Angka-angka di ponselku menunjukkan bahwa di luar sana suhu udara sedang panas-panasnya. Yap! Jam dua belas siang. Demi tidak turut mendidih oleh tingginya suhu udara, ada baiknya aku mencoba mendinginkan suhu kamarku saja. Pertolongan pertama pada kepanasan di rumah kos. Ceklek! Kipas angin kuhidupkan. Keadaan kini cukup membaik dalam putaran poros kipas angin elektrik. Mendinginkan hati si penghuni kamar yang cantik. Dapatlah aku sedikit bernafas lega membuang jengah pada betapa tak bersahabatnya cuaca. Wuzz.. wuuzzz... Suara putaran kipas menderu-deru. Kantuk pun mulai datang. ...terlelap... Ah nikmatnya tidur siang. Bagai mengisi ulang energi lebih dari secawan nasi. Lelahku menghilang sudah, berganti lapar dan gerah. Bulir keringat jatuh sebagai indikasi sistem tubuhku masih berjalan normal. Kulongokkan kepala ke luar jendela, terlihat hari masih begitu panas. Matahari baru beringsut beberapa derajat dari atas ubun-ubun. Huahh serasa di gurun Sahara, padahal...