Skip to main content

Cerita Mistis Kos Putri Puri Dewi Sartika Part 1 (Kesurupan)

Masih jadi anak kuliahan itu ternyata lebih banyak sukanya ketimbang dukanya. Seperti saya ini yang dengan ikhlas harus jadi anak kuliahan 2 tahun lebih lama dari seharusnya berkat kecelakaan lalu lintas yang menimpa saya. Cerita berpindah-pindah kos adalah salah satu pengalaman seru yang selalu saya ingat selama masa pendidikan di perguruan tinggi. Termasuk kepindahan saya yang kesekian kalinya ini.

Tidak terasa sudah setahun saya menghuni rumah kos minim jendela dan ventilasi di ujung gang sempit dan tak jauh dari kampus itu. Suasana di sana terlalu jauh dari standar rumah hunian sehat. Tidak tahan dengan sumpek dan banyaknya gangguan di kos P*langi, saya memutuskan untuk hijrah lagi. Kali ini kos putri Puri D*wi S*rtika jadi pilihan dari sekian banyak rumah kos yang ada. Si mbak penjaga toko sebelah kasih info kalau sebentar lagi kos baru itu bakalan grand launching. Yeay! Informasi itu terasa seperti angin segar di tengah kemarau.

Pindahan yang membosankan dan agak ribet angkut-angkut barang kesana kemari. Untungnya adik lelaki saya pasang badan, membantu proses pindah hunian hingga tuntas. Satu temannya pun turut serta. Hmm...gembiranya hati ini. Terimakasih guys untuk bantuannya yang berarti banget. Semua properti tertata rapi di kamar. Sekarang sudah siap untuk menempati eks kamar Ai Fukuda mulai awal bulan berikutnya. Sekarang waktunya pulang kampung dulu. Iya, kamar ini sebelumnya dihuni oleh teman saya Ai, asli dari Nagasaki, Jepang. Berhubung studinya sudah rampung, dia pindah juga.

Setelah pulang kampung selama beberapa hari akhirnya masa liburan kuliah telah paripurna. Itu artinya sudah waktunya pulang ke 'padepokan' lagi untuk menuntut ilmu. UNNES kembali untuk ke sekian kali. Masuk semester baru, masuk rumah kos baru. Semoga tempat yang sekarang lebih aman dan nyaman bebas gangguan.

Akhirnya saya sudah menempati kos baru ini. Awal-awalnya nyaman dan memang bangunannya masih baru. Arsitekturnya juga tidak sembarangan. Setelah beberapa hari tinggal di sini saya sadar kalau ekspektasi saya ternyata jauh dari reality. Baru pindah ke sini beberapa hari eh ada acara anak kesurupan. Salah satu penghuni kos tiba-tiba kejang-kejang dan tidak terkontrol. 

Memang sih tempat baru ini cuma berjarak sejengkal dari kos sebelumnya. Iya jaraknya hanya beberapa meter dari kos Pelangi karena memang masih di gang yang sama. Mungkin penghuni gaib dari kos Pelangi itu berpindah-pindah. Lagi bosan di sana akhirnya dia main kemari. Allahua'lam.

Pemandangan seperti ini lagi setelah sekian kali. Membosankan! Kenapa kemana pun saya pergi selalu saja mengalami pengalaman horor. Dimana-mana penuh dengan mereka. Baiklah, yang penting kita jangan berani-berani mengganggu mereka karena hal itu bisa mengundang mereka untuk usil juga ke kita. Jaga diri kalian dengan doa maka Allah akan menjaga kalian.

(diens)

Comments

Popular posts from this blog

Bunyi Bletak Dari Lemari Es Pertanda Apa?

Hello dears, welcome to my blog? Hari ini saya akan bercerita tentang lemari es di rumah. Saya agak kesal dengan lemari es di rumah yang terkadang mengeluarkan bunyi "bletak" atau "glodak" yang cukup keras. Ini sering membuat kaget apalagi waktu sedang sendiri. Lemari es lainnya yang pernah saya temui tidak pernah mengeluarkan bunyi seperti itu. Maka dari itu saya merasa sangat penasaran sekaligus khawatir. Iya, takut jika ada sesuatu yang kurang beres dan berpotensi menimbulkan kerugian di kemudian hari. Di era modern seperti saat ini lemari es menjadi salah satu benda elektronik yang keberadaannya cukup penting di tengah rumah tangga seseorang. Tidak terkecuali saya. Berbagai merk lemari es tersedia di pasaran dan siap untuk dibawa pulang. Desain lemari es zaman sekarang juga bagus-bagus. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan makanan, dia juga bisa mempermanis ruangan. Benar bukan? Seperti kulkas di rumah ini yang begitu cantik dengan mo...

Hujan Es di Ambarawa

Masih di momen PPL Universitas Negeri Semarang di SMK Masehi PSAK Ambarawa 2012 Bulan itu memang sedang sering turun hujan. Angin kencang berhembus setiap hari. Membuat aku lebih sering sibuk berkutat di balik selimut beludru tebalku. Mengumpulkan jumput kehangatan yang tersisa dari dinginnya Agustus. Tertolong juga oleh hangatnya suasana kekeluargaan di rumah sementara kami di kelurahan Lodoyong sana. Aku bersama mahasiswa praktikan lainnya; Ana, Lina, Ratna, Yuli, Anam dan Septian. Ramadhan yang nyaris sempurna dalam formasi keluarga baru itu. Manis sekali :) Sore itu sudah kututup rapat lubang udara di kamarku. Tak tahan dengan deru angin di luar sana. Dingin...bak hati yang lama terkurung kesendirian. Hmm syukurlah, suhu udara terasa sedikit lebih hangat. Hanya sedikit saja. Berkutat dengan tugas praktikan, dari laporan sampai soal ulangan. Tiba-tiba dikagetkan oleh suara lemparan batu di atas atap.  Kemlothak  jelas menghantam pendengaran. Akupun penasar...

Penampakan di Kampus B2 FBS UNNES

Ini kejadian serem bener deh. Kenapa? Karena kejadiannya pas lewat tengah malam di kampus. Kampus jam segitu (jam 2-an pagi) kan udah sepi gila. Waktu itu aku masih ngekos di kos Bidadari, gang Sirandu-Banaran. Setting waktunya pas beres drama performance di gedung B6 FBS UNNES. Habis drama performance belum bisa langsung balik, ada sesi beres-beres dulu. Memang sedikit agak ribet sih berbenahnya. Properti dengan jumlah yang amat sangat cukup untuk membuat kami berpeluh di tengah malam, mengulur waktu istirahat kami panjaaang. Alhamdulillah setelah bersabar beberapa jam, kerja bakti kami terbayar lunas. Tuntas! Kelar sekitar jam 1.30 an pagi. Sebagai jebolan aktivis pramuka di masa sekolah dulu, keberanian dan nyali boleh lah diadu. Pede aja jalan sendirian balik ke kosan. Kampus gelap, lampu penerangan cuma sedikit banget. Dingin, sepi, temaram, malam yang suram. Kepedean tingkat dewa aku ga ada rasa was-was atau takut sedikitpun. Nekat balik jalan kaki SENDIRIAN lew...