Skip to main content

Jamaah Haji Asal Indonesia yang Menginspirasi Dunia

Saya ingin berbagi sebuah kisah yang sangat menyentuh hati, terlebih bagi saya pribadi. Ada kisah bakti seorang anak pada orangtua serta Tuhannya yang benar-benar inspiratif. Berikut kisahnya.

Madinah - Seorang jamaah haji asal Indonesia bernama Badri (53) telah menarik perhatian media ternama di Arab Saudi. Kisah pria paruh baya ini menjadi inspirasi banyak orang karena ia terus menggendong ibundanya selama prosesi ibadah haji.

Betapa besarnya cinta seorang anak terhadap ibundanya yang sedang mengalami sakit hingga Badri (53) diberi kekuatan oleh Allah subhanahu wata'ala untuk menggendong ibundanya. Bukan hanya sekali, melainkan terus menerus selama prosesi haji berlangsung.

Media yang memberitakan kisah Badri di Saudi adalah akhbarrr24.argaam.com dalam sebuah artikel yang diposting pada 27 September 2015 lalu. Media tersebut memberi tajuk: Jamaah Haji Asal Indonesia Menggendong Ibunya Selama Berhari-hari Haji.

Coba Anda bayangkan! Di tengah cuaca UEA yang begitu terik membara, seorang lelaki paruh baya tersebut dengan tegar mengawal ibundanya beribadah haji. Tidak memiliki kursi roda membuat Badri (53) berinisiatif untuk menggendong ibunya di punggungnya sendiri.

Dalam artikel berbahasa Arab tersebut dituliskan, selama rangkaian ibadah haji Badri terus-menerus menggendong ibunya di belakang (di punggung). Lengan wanita renta berusia 85 tahun itu dikabarkan terus melingkar di leher anaknya, Badri.

Bisakah Anda membayangkan bagaimana situasi saat ibadah haji kedua ibu dan anak tersebut tengah berlangsung? Menggendong ibunya yang telah renta di tengah ramainya umat muslim dari seluruh dunia. Maha Besar Allah yang telah menguatkan Badri.

Di sana juga dituliskan, aksi Badri itu sengaja dilakukan hanya demi mengharap ridha Allah SWT. Sebetulnya Badri bisa saja menyewa kursi roda untuk sang ibunda, namun ia memilih untuk tetap menggendong sang ibunda. Hebatnya, Badri tak merasakan sedikitpun kelelahan maupun cidera baik di Arafat maupun di Muzdalifah sampai prosesi lempar jumroh.

Ini merupakan sebuah kisah inspiratif dan luar biasa menyentuh hati. Bisa Anda bayangkan seperti apa situasi saat peribadahan berlangsung. Seluruh umat muslim tumpah ruah di sana dan Badri dengan sukses membimbing ibundanya hingga selesai prosesi.

Aksi Badri ini menjadi sorotan di artikel Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia. Mereka menyebut Badri mirip dengan tokoh saleh yang begitu dikagumi oleh Nabi Muhammad SAW yakni Uwais, seorang penduduk dari desa al-qarani di negeri Yaman yang juga menggendong orangtuanya selama melaksanakan rukun haji. Masyaa Allah.

Luar biasa sekali ya sahabat? Semoga apa yang dilakukan oleh Pak Haji Badri ini dapat menginspirasi kita semua. Aamiin.

Terimakasih telah membaca dan sampai berjumpa kembali di tulisan berikutnya. ^_^

(diens)

Comments

Popular posts from this blog

Penampakan di Kampus B2 FBS UNNES

Ini kejadian serem bener deh. Kenapa? Karena kejadiannya pas lewat tengah malam di kampus. Kampus jam segitu (jam 2-an pagi) kan udah sepi gila. Waktu itu aku masih ngekos di kos Bidadari, gang Sirandu-Banaran. Setting waktunya pas beres drama performance di gedung B6 FBS UNNES. Habis drama performance belum bisa langsung balik, ada sesi beres-beres dulu. Memang sedikit agak ribet sih berbenahnya. Properti dengan jumlah yang amat sangat cukup untuk membuat kami berpeluh di tengah malam, mengulur waktu istirahat kami panjaaang. Alhamdulillah setelah bersabar beberapa jam, kerja bakti kami terbayar lunas. Tuntas! Kelar sekitar jam 1.30 an pagi. Sebagai jebolan aktivis pramuka di masa sekolah dulu, keberanian dan nyali boleh lah diadu. Pede aja jalan sendirian balik ke kosan. Kampus gelap, lampu penerangan cuma sedikit banget. Dingin, sepi, temaram, malam yang suram. Kepedean tingkat dewa aku ga ada rasa was-was atau takut sedikitpun. Nekat balik jalan kaki SENDIRIAN lew...

Hujan Es di Ambarawa

Masih di momen PPL Universitas Negeri Semarang di SMK Masehi PSAK Ambarawa 2012 Bulan itu memang sedang sering turun hujan. Angin kencang berhembus setiap hari. Membuat aku lebih sering sibuk berkutat di balik selimut beludru tebalku. Mengumpulkan jumput kehangatan yang tersisa dari dinginnya Agustus. Tertolong juga oleh hangatnya suasana kekeluargaan di rumah sementara kami di kelurahan Lodoyong sana. Aku bersama mahasiswa praktikan lainnya; Ana, Lina, Ratna, Yuli, Anam dan Septian. Ramadhan yang nyaris sempurna dalam formasi keluarga baru itu. Manis sekali :) Sore itu sudah kututup rapat lubang udara di kamarku. Tak tahan dengan deru angin di luar sana. Dingin...bak hati yang lama terkurung kesendirian. Hmm syukurlah, suhu udara terasa sedikit lebih hangat. Hanya sedikit saja. Berkutat dengan tugas praktikan, dari laporan sampai soal ulangan. Tiba-tiba dikagetkan oleh suara lemparan batu di atas atap.  Kemlothak  jelas menghantam pendengaran. Akupun penasar...

Bunyi Bletak Dari Lemari Es Pertanda Apa?

Hello dears, welcome to my blog? Hari ini saya akan bercerita tentang lemari es di rumah. Saya agak kesal dengan lemari es di rumah yang terkadang mengeluarkan bunyi "bletak" atau "glodak" yang cukup keras. Ini sering membuat kaget apalagi waktu sedang sendiri. Lemari es lainnya yang pernah saya temui tidak pernah mengeluarkan bunyi seperti itu. Maka dari itu saya merasa sangat penasaran sekaligus khawatir. Iya, takut jika ada sesuatu yang kurang beres dan berpotensi menimbulkan kerugian di kemudian hari. Di era modern seperti saat ini lemari es menjadi salah satu benda elektronik yang keberadaannya cukup penting di tengah rumah tangga seseorang. Tidak terkecuali saya. Berbagai merk lemari es tersedia di pasaran dan siap untuk dibawa pulang. Desain lemari es zaman sekarang juga bagus-bagus. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan makanan, dia juga bisa mempermanis ruangan. Benar bukan? Seperti kulkas di rumah ini yang begitu cantik dengan mo...