Skip to main content

Cara Mencuci Baju di Musim Hujan Tanpa Takut Bau Apek

Belakangan ini sering saya dengar keluhan perkara cucian yang bau apek di musim hujan karena tidak kering waktu dijemur. Memang benar, di musim seperti sekarang ini, perkara cucian apek adalah drama kedua yang paling sering terjadi setelah drama flu berjamaah yang biasanya menyerang keluarga saya. Apalagi untuk yang belum memiliki mesin cuci, seperti saya.

Banyak sih penyedia jasa laundry kiloan tapi saya jarang memakai jasa mereka kecuali kalau sudah kepepet. Kerjaan saya ini bisa dikerjakan dari rumah, setelah urusan bisnis  kelar, masih ada sisa waktu yang sangat cukup untuk mencuci. Apalagi cuma nyuci pakaian saya sendiri. Hihi

Lagian kalau dicuci di tempat laundry kan ada resiko pakaian hilang, atau pakaian jadi rusak, sobek, mulur. Kebanyakan tempat laundry juga pakai satu mesin cuci untuk banyak pelanggan. Baju kita kecampur-campur sama bajunya orang-orang yang entah mereka jorok atau enggak. Euh!

Oh iya selain solusi laundry, mungkin temen-temen kepikiran juga sama pewangi pakaian yang di iklannya itu katanya anti bau walau pakaian belum kering dalam sehari. Saya sudah cobain dan ternyata masih saja ada apek-apeknya. Jadinya saya mikir gimana yah cara yang efektif…?
Criiiing…!! Saya tahu caranya. Setelah mensortir berbagai ide yang seliweran di otak saya, kepikiranlah ide pakai kipas angin. Coba siapa yang tahu apa hubungan antara kipas angin-musim hujan-cucian-bau apek-saya? Ternyata kipas angin bisa jadi penyelamat kita di musim hujan loh. Terutama buat saya yang belum berkesempatan untuk mempunyai mesin cuci. Hehe

Yuk cek cara mencuci baju di musim hujan tanpa takut bau apek ala Dinie. Ikuti urutannya sebagai berikut:
- Cuci pakaian seperti biasa menggunakan detergen anti bacterial.
- Beri pewangi pakaian pada bilasan terakhir kemudian peras.
- Tiriskan pakaian dan pastikan tidak ada air yang menetes lagi.
- Gantung pakaian tadi di tempat gantungan baju menggunakan hanger.
- Angin-anginkan menggunakan kipas angin ukuran besar.
- Biarkan  sampai pakaian benar-benar kering.
- Hasilnya pakaian kering dan wangi bebas bau apek.
- Proses pengeringan kurang lebih selama 5 jam.


Nah itu dia cara mencuci baju di musim hujan tanpa takut bau apek ala Dinie. Buat yang belum punya kipas angin, silakan beli ya. Usahakan untuk membeli kipas angin ukuran besar. Kipas angin ukuran besar mampu mengeringkan sekitar 10 potong pakaian di setiap proses pengeringan. Cocok buat yang lagi pengen berhemat. Murah meriah. Selamat mencoba buat temen-temen semua :)

Terimakasih & semoga bermanfaat.

Penulis    : dinierianggara
Sumber  : kreativitas sendiri

Comments

Popular posts from this blog

Penampakan di Kampus B2 FBS UNNES

Ini kejadian serem bener deh. Kenapa? Karena kejadiannya pas lewat tengah malam di kampus. Kampus jam segitu (jam 2-an pagi) kan udah sepi gila. Waktu itu aku masih ngekos di kos Bidadari, gang Sirandu-Banaran. Setting waktunya pas beres drama performance di gedung B6 FBS UNNES. Habis drama performance belum bisa langsung balik, ada sesi beres-beres dulu. Memang sedikit agak ribet sih berbenahnya. Properti dengan jumlah yang amat sangat cukup untuk membuat kami berpeluh di tengah malam, mengulur waktu istirahat kami panjaaang. Alhamdulillah setelah bersabar beberapa jam, kerja bakti kami terbayar lunas. Tuntas! Kelar sekitar jam 1.30 an pagi. Sebagai jebolan aktivis pramuka di masa sekolah dulu, keberanian dan nyali boleh lah diadu. Pede aja jalan sendirian balik ke kosan. Kampus gelap, lampu penerangan cuma sedikit banget. Dingin, sepi, temaram, malam yang suram. Kepedean tingkat dewa aku ga ada rasa was-was atau takut sedikitpun. Nekat balik jalan kaki SENDIRIAN lew...

Hujan Es di Ambarawa

Masih di momen PPL Universitas Negeri Semarang di SMK Masehi PSAK Ambarawa 2012 Bulan itu memang sedang sering turun hujan. Angin kencang berhembus setiap hari. Membuat aku lebih sering sibuk berkutat di balik selimut beludru tebalku. Mengumpulkan jumput kehangatan yang tersisa dari dinginnya Agustus. Tertolong juga oleh hangatnya suasana kekeluargaan di rumah sementara kami di kelurahan Lodoyong sana. Aku bersama mahasiswa praktikan lainnya; Ana, Lina, Ratna, Yuli, Anam dan Septian. Ramadhan yang nyaris sempurna dalam formasi keluarga baru itu. Manis sekali :) Sore itu sudah kututup rapat lubang udara di kamarku. Tak tahan dengan deru angin di luar sana. Dingin...bak hati yang lama terkurung kesendirian. Hmm syukurlah, suhu udara terasa sedikit lebih hangat. Hanya sedikit saja. Berkutat dengan tugas praktikan, dari laporan sampai soal ulangan. Tiba-tiba dikagetkan oleh suara lemparan batu di atas atap.  Kemlothak  jelas menghantam pendengaran. Akupun penasar...

Bunyi Bletak Dari Lemari Es Pertanda Apa?

Hello dears, welcome to my blog? Hari ini saya akan bercerita tentang lemari es di rumah. Saya agak kesal dengan lemari es di rumah yang terkadang mengeluarkan bunyi "bletak" atau "glodak" yang cukup keras. Ini sering membuat kaget apalagi waktu sedang sendiri. Lemari es lainnya yang pernah saya temui tidak pernah mengeluarkan bunyi seperti itu. Maka dari itu saya merasa sangat penasaran sekaligus khawatir. Iya, takut jika ada sesuatu yang kurang beres dan berpotensi menimbulkan kerugian di kemudian hari. Di era modern seperti saat ini lemari es menjadi salah satu benda elektronik yang keberadaannya cukup penting di tengah rumah tangga seseorang. Tidak terkecuali saya. Berbagai merk lemari es tersedia di pasaran dan siap untuk dibawa pulang. Desain lemari es zaman sekarang juga bagus-bagus. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan makanan, dia juga bisa mempermanis ruangan. Benar bukan? Seperti kulkas di rumah ini yang begitu cantik dengan mo...