Skip to main content

Tips Perawatan Kulit Agar Tetap Cantik Di Musim Pancaroba

merawat kulit di musim peralihan berbeda dengan hari hari biasa

Hello there! Bagaimana kabar Anda dan keluarga di musim yang telah memasuki masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau ini? Musim pancaroba memang dikenal sangat rawan untuk mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang kurang. Virus beterbangan di udara terbawa angin yang entah darimana asalnya. Kesehatan kulit akhirnya ikut terpengaruh juga.

Kencangnya angin di musim pancaroba mengakibatkan musim pancaroba identik dengan hawa yang dingin di badan. Terlebih lagi di malam hari hingga pagi datang, suhu bisa mencapai derajat yang setara dengan lemari es! Ini tentunya sangat tidak bersahabat dengan kesehatan kulit.

Suhu dingin di malam hari akan membuat kulit menjadi kering karena dinginnya adalah dingin gersang, minim kelembaban selayaknya ruangan ber-AC. Anda akan mulai mendapati kulit yang bersisik hingga mengelupas. Ini tidak hanya berlaku untuk kulit wajah saja, melainkan secara umum pada seluruh permukaan kulit tubuh. Kulit yang mengalami defisit air dalam jangka panjang akan mempertahankan diri dengan cara mengganti sel kulit kering dan mati dengan yang baru.

Beberapa dari kita mungkin banyak yang terkecoh dengan hawa dingin yang dikira lembab. Padahal hawa dingin pancaroba itu sangat kering dan keras pada kulit. Bahkan bukan hanya kering, kulit Anda juga akan lebih mudah kotor oleh debu yang beterbangan setiap saat. Jika kondisi tersebut dibiarkan saja tanpa perlakuan khusus apapun, tidak menutup kemungkinan Anda dapat mengalami kerusakan kulit begitu musim pancaroba ini berlalu.

Beberapa tips perawatan kulit di musim pancaroba ala saya yang telah saya aplikasikan pada diri saya sendiri ini mungkin dapat sedikit membantu. Seperti kata pepatah, lebih baik untuk melakukan pencegahan sebelum hal buruk terlanjur terjadi. Silakan disimak ya tips merawat kulit di musim pancaroba ala saya!

Bersihkan Kulit
Musim dengan angin yang bertiup kesana-kemari setiap hari tentu menerbangkan aneka debu dan kotoran di udara. Bukan tidak mungkin angin tersebut membawa kotoran hewan yang telah kering dari tempat yang jauh, betul? Meski memang suhu udara saat ini bisa dikatakan sangat dingin, Anda harus tetap rajin membersihkan kulit. Selalu cuci wajah Anda dan jangan pernah lewatkan mandi 2 kali sehari. Jika tidak kuat dengan hawa dingin, Anda bisa menggunakan air hangat.

Jangan Terlalu Lama Mandi Air Hangat
Masih sejalan dengan poin pertama di atas, meski harus mandi secara rutin namun disarankan untuk tidak berendam terlalu lama di dalam air hangat. Biasanya orang akan lupa waktu saat relaksasi dengan air hangat di udara yang dingin. Suhu air yang hangat ini juga turut andil dalam membuat kulit jadi kering. Maka agar kulit tetap lembab, jangan berlebihan dalam menggunakan air hangat, ya!

Gunakan Air Bersuhu Normal
Alih-alih supaya berani mandi, Anda malah kecanduan dan tidak mau mandi kalau tidak menggunakan air hangat. Cari jalan tengahnya saja yuk! Ketika suhu dingin yang ekstrim membuat suhu air mandi Anda juga dingin, tambahkan air mendidih secukupnya untuk membuat suhu air menjadi normal. Sebagai informasi, membasuh kulit menggunakan air bersuhu terlalu dingin maupun terlalu panas sama-sama kurang baik. Dengan mempraktekkan tips tersebut Anda pun dapat mandi dan mencuci muka tanpa khawatir akan mengalami kulit kering.

Gunakan Pelembab
Cantik secara alami bukan berarti membiarkannya begitu saja alias tidak merawat tubuh sama sekali ya guys?! Apalagi di musim yang tidak jelas seperti ini. Keberadaan pelemban sangatlah penting untuk mereka yang tidak ingin kulitnya mengelupas di sepanjang musim. Beli body lotion atau body butter yang memiliki kekuatan melembabkan lebih tinggi untuk menjaga kesehatan kulit tubuh Anda. Tidak lupa juga pelembab wajah sesuai dengan jenis kulit Anda. Jangan sampai lupa untuk membersihkan kulit sebelum mengaplikasin kedua produk tersebut.

Itu dia beberapa tips sederhana untuk merawat kulit di musim pancaroba yang biasa saya lakukan agar terhindar dari kulit kering dan mengelupas akibat suhu udara yang berganti-ganti secara ekstrim. Hasilnya kulit pun tetap sehat dan lembab meski musim telah berganti. Akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda guna menjaga kesehatan kulit di musim pancaroba menjelang kemarau 2017 ini.

Terimakasih untuk waktu yang sudah diluangkan dan sampai jumpa di tulisan-tulisan menarik berikutnya! ^_^

(dinierianggara)

Comments

Popular posts from this blog

Penampakan di Kampus B2 FBS UNNES

Ini kejadian serem bener deh. Kenapa? Karena kejadiannya pas lewat tengah malam di kampus. Kampus jam segitu (jam 2-an pagi) kan udah sepi gila. Waktu itu aku masih ngekos di kos Bidadari, gang Sirandu-Banaran. Setting waktunya pas beres drama performance di gedung B6 FBS UNNES. Habis drama performance belum bisa langsung balik, ada sesi beres-beres dulu. Memang sedikit agak ribet sih berbenahnya. Properti dengan jumlah yang amat sangat cukup untuk membuat kami berpeluh di tengah malam, mengulur waktu istirahat kami panjaaang. Alhamdulillah setelah bersabar beberapa jam, kerja bakti kami terbayar lunas. Tuntas! Kelar sekitar jam 1.30 an pagi. Sebagai jebolan aktivis pramuka di masa sekolah dulu, keberanian dan nyali boleh lah diadu. Pede aja jalan sendirian balik ke kosan. Kampus gelap, lampu penerangan cuma sedikit banget. Dingin, sepi, temaram, malam yang suram. Kepedean tingkat dewa aku ga ada rasa was-was atau takut sedikitpun. Nekat balik jalan kaki SENDIRIAN lew...

Hujan Es di Ambarawa

Masih di momen PPL Universitas Negeri Semarang di SMK Masehi PSAK Ambarawa 2012 Bulan itu memang sedang sering turun hujan. Angin kencang berhembus setiap hari. Membuat aku lebih sering sibuk berkutat di balik selimut beludru tebalku. Mengumpulkan jumput kehangatan yang tersisa dari dinginnya Agustus. Tertolong juga oleh hangatnya suasana kekeluargaan di rumah sementara kami di kelurahan Lodoyong sana. Aku bersama mahasiswa praktikan lainnya; Ana, Lina, Ratna, Yuli, Anam dan Septian. Ramadhan yang nyaris sempurna dalam formasi keluarga baru itu. Manis sekali :) Sore itu sudah kututup rapat lubang udara di kamarku. Tak tahan dengan deru angin di luar sana. Dingin...bak hati yang lama terkurung kesendirian. Hmm syukurlah, suhu udara terasa sedikit lebih hangat. Hanya sedikit saja. Berkutat dengan tugas praktikan, dari laporan sampai soal ulangan. Tiba-tiba dikagetkan oleh suara lemparan batu di atas atap.  Kemlothak  jelas menghantam pendengaran. Akupun penasar...

Bunyi Bletak Dari Lemari Es Pertanda Apa?

Hello dears, welcome to my blog? Hari ini saya akan bercerita tentang lemari es di rumah. Saya agak kesal dengan lemari es di rumah yang terkadang mengeluarkan bunyi "bletak" atau "glodak" yang cukup keras. Ini sering membuat kaget apalagi waktu sedang sendiri. Lemari es lainnya yang pernah saya temui tidak pernah mengeluarkan bunyi seperti itu. Maka dari itu saya merasa sangat penasaran sekaligus khawatir. Iya, takut jika ada sesuatu yang kurang beres dan berpotensi menimbulkan kerugian di kemudian hari. Di era modern seperti saat ini lemari es menjadi salah satu benda elektronik yang keberadaannya cukup penting di tengah rumah tangga seseorang. Tidak terkecuali saya. Berbagai merk lemari es tersedia di pasaran dan siap untuk dibawa pulang. Desain lemari es zaman sekarang juga bagus-bagus. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan makanan, dia juga bisa mempermanis ruangan. Benar bukan? Seperti kulkas di rumah ini yang begitu cantik dengan mo...