Skip to main content

Jerawat Tidak Kunjung Sembuh? Cek! Apakah Anda Habis Makan Ini?

makanan enak ini ternyata bisa mengundang jerawat di wajah

Hello there...! Apa kabar kalian hari ini? Semoga selalu dalam keadaan yang luar biasa. Berjumpa lagi ya dengan saya di sini yang akan menyapa Anda dengan ulasan yang praktis dan semoga juga bermanfaat. Apakah Anda sedang bermasalah dengan jerawat? Apakah Anda bingung mengapa jerawat masih saja tumbuh padahal Anda merasa sudah menjaga kebersihan? Beberapa tahun silam saya juga pernah mengalami hal serupa dengan Anda. Sudah pakai kosmetik langganan dan juga menjaga kebersihan tapi masih saja jerawatan.

Kabar baiknya, jerawat yang biasanya dianggap sebagai musuh bebuyutan oleh semua orang sejatinya bisa menjadi salah satu indikasi bahwa kulit Anda masih berada dalam kondisi normal. Mengapa? Pada kondisi kulit yang normal, bakteri dapat hidup di sana dengan baik. Namun demikian, perlu diperhatikan jika bakteri jahat berjumlah lebih banyak daripada bakteri baik dan kondisi kulit terlalu berminyak serta kotor maka jerawat pun akan bermunculan dengan subur. Ketika hal ini terjadi, sebagian besar orang akan mulai resah dan kehilangan mood.

Makanan Penyebab Jerawat

Selain menjaga kebersihan kulit, beberapa jenis makanan juga seharusnya Anda hindari jika tidak ingin kulit menjadi rusak oleh bentol-bentol merah bernama jerawat. Tahukah Anda tentang beberapa jenis makanan yang sangat riskan untuk dikonsumsi oleh orang-orang dengan tipe kulit acne-prone? Makanan ini "haram" hukumnya untuk dikonsumsi oleh mereka yang memiliki kulit berminyak cenderung berjerawat.

Kisah ini sebenarnya berawal dari pengalaman pribadi saya. Dulu saya sangat gemar mengkonsumsi aneka olahan seafood, terutama kerang. Selain rasanya yang gurih, teksturnya yang empuk dan kenyal juga membuat lidah ini tidak berhenti mengunyah. Dalam sebulan bisa sampai 10 kali menyambangi kedai sea food. Namun ketika saya terus-menerus mengkonsumsi olahan kerang selama beberapa hari berturut-turut, ternyata ada efek samping yang harus saya tanggung. Iya betul, efek samping yang menyebalkan dan membuat saya jadi sedih.

Awalnya jerawat yang muncul hanya satu. Waktu itu saya masih mencoba berprasangka baik. Saya anggap bahwa jerawat tersebut dikarenakan kurangnya kebersihan wajah. Keesokan harinya saya masih mengkonsumsi kerang saus teriyaki di kedai seafood langganan seperti biasa. Coba tebak apa yang terjadi? Saya pergi tidur dan mendapati 2 jerawat baru muncul di sekitar dagu pada pagi harinya. Doenggg!!!

Mengapa Kerang Dapat Menyebabkan Jerawat?

Pertanyaan ini juga muncul di benak saya ketika untuk kedua kalinya di minggu yang berbeda, saya kembali membeli kerang rebus dan mendapati jerawat muncul di keesokan harinya. Kemudian saya mulai mencari informasi dari berbagai media cetak maupun online. Saya juga berkonsultasi dengan teman-teman kuliah saya di kampus. Siapa tahu ada yang pernah mengalami hal yang sama.

Di akhir pencarian, saya berkesimpulan bahwa faktor yang membuat kerang dapat menjadi faktor pemicu jerawat adalah kandungan yodium yang tinggi di dalamnya. Yodium secara umum memiliki sifat mengikat air dan membuat organ tubuh (termasuk kulit) menjadi kering. Akibatnya, sel sebum bekerja keras untuk membuat kulit jadi lembab. Sayangnya bukannya jadi bagus, yang ada justru kulit jadi berminyak.

Pori yang berminyak sangatlah rawan tersumbat oleh debu yang beterbangan di udara. Ketika kedua faktor tersebut terkontaminasi bakteri, jadilah jerawat yang tidak bisa dielakkan lagi.

Selain itu, faktor kontaminasi limbah juga memiliki peran yang cukup besar dalam kasus munculnya jerawat di wajah saya. Kerang yang berkembang biak di perairan yang telah terkontaminasi limbah cenderung mengandung berbagai jenis racun di samping kandungan gizinya.

Sialnya, saya tidak tahu dari mana kerang tersebut berasal. Apakah dari perairan yang telah terkontaminasi limbah ataukah perairan bersih? Kalau dilihat dari jumlah jerawat yang muncul, saya yakin kerang tersebut tidak berasal dari perairan bersih. Hehe...

Tips Membeli Kerang

Walau bagaimanapun, kerang tetap menjadi makanan laut yang sulit untuk dihindari karena rasanya yang menggoda. Maka dari itu, jika Anda memiliki tipe kulit yang rawan berjerawat seperti saya namun tetap ingin mengkonsumsi jenis panganan laut ini, Anda bisa mempraktekkan beberapa tips sederhana berikut.

Pertama, perhatikan kebersihan kerang ketika disajikan. Jika terdapat beberapa kotoran ataupun debu yang terlihat baik itu di masakannya maupun di piring saji, sebaiknya Anda mencari tempat lain saja.

Kedua, Anda bisa menanyakan kepada penjual tentang darimana mereka mendapatkan kerang tersebut untuk memastikan kerang tersebut berasal dari daerah yang tidak terkontaminasi limbah. Ini adalah hak konsumen, maka tidak usah merasa takut atau canggung untuk melakukannya.

Tips Aman Makan Kerang

Apakah Anda merasa enggan untuk mempertanyakan asal usul kerang di piring saji Anda itu kepada penjual? Tapi Anda masih ragu-ragu jika nanti setelah makan kerang malah jadi jerawatan? Dan di tengah kemelut itu, Anda sangat ingin menikmati semangkuk kerang rebus. Lalu apa yang sebaiknya Anda lakukan?

Nah, jika keadaannya sudah demikian maka jalan satu-satunya adalah mencari cara untuk menetralisir "racun" yang mungkin terbawa dalam kerang rebus Anda. Kebetulan saya punya resep andalan untuk mengusir "racun" tersebut. Caranya sangat mudah dan bahannya berasal dari alam.

Bakar 1 atau 2 rimpang jahe segar, kemudian bersihkan kulitnya supaya tidak pahit. Geprek jahe tersebut hingga pipih atau gepeng. Seduh dengan air mendidih dan biarkan selama kurang lebih 5 menit agar sari jahenya keluar. Tambahkan madu murni sesuai selera Anda, kemudian minum selagi hangat.

Ramuan herbal tersebut akan membantu menetralkan zat toksid yang terbawa dari kerang. Hasilnya, Anda bisa mengkonsumsi kerang tanpa takut jerawat akan muncul. Namun perlu diperhatikan, konsumsi makanan hewani pada dasarnya memang tidak dianjurkan untuk dilakukan terlalu sering. Jika Anda ingin memanjakan lidah dengan kuliner hewani, lakukanlah paling banyak 3 kali dalam seminggu.

Mengobati Jerawat Yang Terlanjur Muncul

Sialnya ini jerawat sudah terlanjur muncul dan tidak bisa dilenyapkan secara instan begitu saja. Maka untuk mengatasinya cukup dengan mengoleskan irisan bawang putih setiap malam menjelang tidur selama 3 malam berturut-turut. Dengan cara ini jerawat saya cepat kering. Sekarang tinggal bersabar menunggu bekas jerawatnya hilang.

Demikian ulasan saya mengenai makanan yang dapat menyebabkan jerawat beserta tips untuk mengatasinya. Semoga artikel tentang pengalaman pribadi saya ini bermanfaat dan sampai jumpa di tulisan berikutnya! ^_^

(diens)

Comments

Popular posts from this blog

Penampakan di Kampus B2 FBS UNNES

Ini kejadian serem bener deh. Kenapa? Karena kejadiannya pas lewat tengah malam di kampus. Kampus jam segitu (jam 2-an pagi) kan udah sepi gila. Waktu itu aku masih ngekos di kos Bidadari, gang Sirandu-Banaran. Setting waktunya pas beres drama performance di gedung B6 FBS UNNES. Habis drama performance belum bisa langsung balik, ada sesi beres-beres dulu. Memang sedikit agak ribet sih berbenahnya. Properti dengan jumlah yang amat sangat cukup untuk membuat kami berpeluh di tengah malam, mengulur waktu istirahat kami panjaaang. Alhamdulillah setelah bersabar beberapa jam, kerja bakti kami terbayar lunas. Tuntas! Kelar sekitar jam 1.30 an pagi. Sebagai jebolan aktivis pramuka di masa sekolah dulu, keberanian dan nyali boleh lah diadu. Pede aja jalan sendirian balik ke kosan. Kampus gelap, lampu penerangan cuma sedikit banget. Dingin, sepi, temaram, malam yang suram. Kepedean tingkat dewa aku ga ada rasa was-was atau takut sedikitpun. Nekat balik jalan kaki SENDIRIAN lew...

Hujan Es di Ambarawa

Masih di momen PPL Universitas Negeri Semarang di SMK Masehi PSAK Ambarawa 2012 Bulan itu memang sedang sering turun hujan. Angin kencang berhembus setiap hari. Membuat aku lebih sering sibuk berkutat di balik selimut beludru tebalku. Mengumpulkan jumput kehangatan yang tersisa dari dinginnya Agustus. Tertolong juga oleh hangatnya suasana kekeluargaan di rumah sementara kami di kelurahan Lodoyong sana. Aku bersama mahasiswa praktikan lainnya; Ana, Lina, Ratna, Yuli, Anam dan Septian. Ramadhan yang nyaris sempurna dalam formasi keluarga baru itu. Manis sekali :) Sore itu sudah kututup rapat lubang udara di kamarku. Tak tahan dengan deru angin di luar sana. Dingin...bak hati yang lama terkurung kesendirian. Hmm syukurlah, suhu udara terasa sedikit lebih hangat. Hanya sedikit saja. Berkutat dengan tugas praktikan, dari laporan sampai soal ulangan. Tiba-tiba dikagetkan oleh suara lemparan batu di atas atap.  Kemlothak  jelas menghantam pendengaran. Akupun penasar...

Bunyi Bletak Dari Lemari Es Pertanda Apa?

Hello dears, welcome to my blog? Hari ini saya akan bercerita tentang lemari es di rumah. Saya agak kesal dengan lemari es di rumah yang terkadang mengeluarkan bunyi "bletak" atau "glodak" yang cukup keras. Ini sering membuat kaget apalagi waktu sedang sendiri. Lemari es lainnya yang pernah saya temui tidak pernah mengeluarkan bunyi seperti itu. Maka dari itu saya merasa sangat penasaran sekaligus khawatir. Iya, takut jika ada sesuatu yang kurang beres dan berpotensi menimbulkan kerugian di kemudian hari. Di era modern seperti saat ini lemari es menjadi salah satu benda elektronik yang keberadaannya cukup penting di tengah rumah tangga seseorang. Tidak terkecuali saya. Berbagai merk lemari es tersedia di pasaran dan siap untuk dibawa pulang. Desain lemari es zaman sekarang juga bagus-bagus. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan makanan, dia juga bisa mempermanis ruangan. Benar bukan? Seperti kulkas di rumah ini yang begitu cantik dengan mo...