Skip to main content

Cara Membuang Sampah Jarum Dengan Aman


Hello dears, welcome to my blog!. Hari ini kita akan membahas tentang tips membuang sampah rumah tangga yang berbahaya yaitu jarum. Wah ngeri sekali ya kalau sampah jarum tidak disikapi dengan bijak. Bisa-bisa ada banyak orang yang celaka akibat sikap cuek kita dalam mengolah sampah jarum ini. Hayooo siapa saja di sini yang pernah membuang sampah jarum dengan melemparnya begitu saja?. Saya yakin banyak yang pernah melakukannya meski cuma satu kali, termasuk saya sendiri. Duh!.

Dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari biasanya kita sesekali akan membutuhkan jarum untuk menjahit pakaian yang sedikit koyak atau juga untuk membuat kerajinan tangan. Sayangnya, kita seringkali dibuat bingung tentang bagaimana cara membuang sampah jarum ketika jarum-jarum jahit ini sudah tidak layak lagi untuk dipakai. Misalnya karena sudah berkarat. Betul?.

Seiring seringnya pemakaian, jarum jahit di rumah kita pun akan mulai lapuk sedikit demi sedikit akibat termakan oleh waktu. Terlebih jika tempat penyimpanannya kurang aman dan kondusif. Contohnya jika jarum disimpan di tempat yang lembab. Hal itu akan mempermudah terjadinya korosi akibat proses oksidasi. Akhirnya jarum yang Anda simpan jadi lebih mudah untuk berkarat. Jika sudah berkarat maka ujung-ujungnya jarum itu tidak bisa lagi digunakan. Lalu apa yang biasanya Anda lakukan pada jarum yang sudah rusak dan berkarat seperti itu?. Tentu saja kita akan membuangnya bukan?. Lalu apakah Anda sudah menerapkan tips cara membuang jarum yang baik dan benar?.

Cara Membuang Limbah Jarum
Dulu saya juga merasakan hal yang sama dengan Anda semuanya. Pikiran saya selalu terbayang-bayang setiap kali habis membuang sebuah jarum ke dalam tong sampah. Ada pikiran dan ketakutan kalau jarum tersebut nanti terinjak oleh seseorang di tempat pembuangan sampah sana. Itu artinya sama dengan saya menjadi penyebab celakanya orang lain. FYI, jarum yang telah berkarat bisa memicu terjadinya sakit tetanus jika sampai jarum itu terkena tubuh seseorang. Berita buruknya, tetanus adalah salah satu jenis penyakit yang bisa membunuh seseorang.

Sejak saat itu saya berpikir keras untuk menemukan cara paling tepat untuk membuang sampah jarum. Selain runcing dan tajam, sampah jarum juga tidak dapat terurai dengan mudah. Setidaknya dibutuhkan waktu yang tidak sebentar sampai jarum benar-benar hancur. Otak saya berpikir keras! Setelah mencari alternatif ini dan itu akhirnya saya menemukan sebuah cara yang menurut saya cukup efektif. Apakah itu???
 
cara mudah membuang jarum dengan aman
Memang sih saya belum tahu bagaimana cara mengolah limbah jarum, entah itu jarum suntik. jarum jahit, atau segala jenis jarum lainnya. Akan tetapi setidaknya sekarang saya menemukan cara mudah yang cukup efektif ini. Ya! Saya sudah menemukan sebuah ide untuk mengurangi kemungkinan sampah jarum dapat melukai orang lain.  Seperti apa cara membuang sampah jarum yang aman itu?. Let's check it out below.

Pertama-tama yang kita butuhkan adalah cotton buds, boleh yang bekas pakai ataupun yang masih baru. Kedua, ambil jarum yang akan kita buang. Masukkan jarum tersebut ke dalam cotton buds dengan cara menekannya dari salah satu sisi cotton buds sampai jarum benar-benar masuk seluruhnya ke dalam cotton buds tersebut. Masukkan dengan sangat berhati-hati agar jarum tidak sampai melukai tangan kita. Terakhir, buang cotton buds yang berisi sampah jarum tersebut ke tempat sampah. Selesai. ^_^

Gampang atau super gampang?. Dengan cara sederhana ini maka kemungkinan jarum itu melukai seseorang dapat diminimalkan. Hanya saja cara ini memiliki kekurangan yaitu ukuran jarum yang akan dimasukkan tidak bisa lebih besar dan lebih panjang dari ukuran cotton buds yang kita pakai. Hehe... Bagaimana? Sudah tidak bingung lagi kan mau membuang sampah jarum kemana dan bagaimana?. Mulai saat ini jangan suka membuang sampah jarum sembarangan lagi ya.

Oke, demikian tips sederhana tentang membuang sampah jarum dengan aman ala saya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan sampai berjumpa kembali di artikel berikutnya.

(diens)

Comments

Popular posts from this blog

Penampakan di Kampus B2 FBS UNNES

Ini kejadian serem bener deh. Kenapa? Karena kejadiannya pas lewat tengah malam di kampus. Kampus jam segitu (jam 2-an pagi) kan udah sepi gila. Waktu itu aku masih ngekos di kos Bidadari, gang Sirandu-Banaran. Setting waktunya pas beres drama performance di gedung B6 FBS UNNES. Habis drama performance belum bisa langsung balik, ada sesi beres-beres dulu. Memang sedikit agak ribet sih berbenahnya. Properti dengan jumlah yang amat sangat cukup untuk membuat kami berpeluh di tengah malam, mengulur waktu istirahat kami panjaaang. Alhamdulillah setelah bersabar beberapa jam, kerja bakti kami terbayar lunas. Tuntas! Kelar sekitar jam 1.30 an pagi. Sebagai jebolan aktivis pramuka di masa sekolah dulu, keberanian dan nyali boleh lah diadu. Pede aja jalan sendirian balik ke kosan. Kampus gelap, lampu penerangan cuma sedikit banget. Dingin, sepi, temaram, malam yang suram. Kepedean tingkat dewa aku ga ada rasa was-was atau takut sedikitpun. Nekat balik jalan kaki SENDIRIAN lew...

Hujan Es di Ambarawa

Masih di momen PPL Universitas Negeri Semarang di SMK Masehi PSAK Ambarawa 2012 Bulan itu memang sedang sering turun hujan. Angin kencang berhembus setiap hari. Membuat aku lebih sering sibuk berkutat di balik selimut beludru tebalku. Mengumpulkan jumput kehangatan yang tersisa dari dinginnya Agustus. Tertolong juga oleh hangatnya suasana kekeluargaan di rumah sementara kami di kelurahan Lodoyong sana. Aku bersama mahasiswa praktikan lainnya; Ana, Lina, Ratna, Yuli, Anam dan Septian. Ramadhan yang nyaris sempurna dalam formasi keluarga baru itu. Manis sekali :) Sore itu sudah kututup rapat lubang udara di kamarku. Tak tahan dengan deru angin di luar sana. Dingin...bak hati yang lama terkurung kesendirian. Hmm syukurlah, suhu udara terasa sedikit lebih hangat. Hanya sedikit saja. Berkutat dengan tugas praktikan, dari laporan sampai soal ulangan. Tiba-tiba dikagetkan oleh suara lemparan batu di atas atap.  Kemlothak  jelas menghantam pendengaran. Akupun penasar...

Bunyi Bletak Dari Lemari Es Pertanda Apa?

Hello dears, welcome to my blog? Hari ini saya akan bercerita tentang lemari es di rumah. Saya agak kesal dengan lemari es di rumah yang terkadang mengeluarkan bunyi "bletak" atau "glodak" yang cukup keras. Ini sering membuat kaget apalagi waktu sedang sendiri. Lemari es lainnya yang pernah saya temui tidak pernah mengeluarkan bunyi seperti itu. Maka dari itu saya merasa sangat penasaran sekaligus khawatir. Iya, takut jika ada sesuatu yang kurang beres dan berpotensi menimbulkan kerugian di kemudian hari. Di era modern seperti saat ini lemari es menjadi salah satu benda elektronik yang keberadaannya cukup penting di tengah rumah tangga seseorang. Tidak terkecuali saya. Berbagai merk lemari es tersedia di pasaran dan siap untuk dibawa pulang. Desain lemari es zaman sekarang juga bagus-bagus. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan makanan, dia juga bisa mempermanis ruangan. Benar bukan? Seperti kulkas di rumah ini yang begitu cantik dengan mo...